Khutbah Jum'at : Ujian Allah kepada Hamba-hamba Nya
Harin Jam'ah jum'at Rahimakumullah
Sumber Asli : Buku Khutbah Ustz Drs. Abdur Rahman Yasin Unknown Mei 10, 2018 New Google SEO Bandung, Indonesia
Harin Jam'ah jum'at Rahimakumullah
Marilah kita senantasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dengan sebenar-benar taqwa. dalam arti menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.
dengan menjalankan semuah perintah dan menjauhi semua larangan Allah SWT, hidup kita akan semakin baik dan meningkat, belum lagi yang berhubungan dengan usaha, maka Allah SWT akan membuka kemudahan usaha kita, Allah berifirma yang artinya .
"dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusan nya." (QS. Attalaq, ayat 4)
keculai itu bagi kita yang selalu taat dan menjalankan semua perntah serta meninggalkan larangan-Nya, tentu Allah akan mencintai kita. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya.
"maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa" (QS. Al-Imran, ayat 76)
ayat diatas tadi menunjukkan betapa besar kedudukan taqwa dihadapan Allah SWT. dicintai oleh Allah, dan bahkan kita digolongkan pada golongan orang-orang yang termulia.
Hadirin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah
dalam kehidpan yang sangat pendek dan singkat ini Allah tetap menguji kepada hamba-hamba-Nya yang dicintai, Ujian ini dilakukan adalah semata-mata untuk mengetahui sejauh mana ketabahan dan kesabaran mereka dalam menerima ujian dari Allah SWT.
bagi kita yang sabar dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT tersebut, maka kita akan memperoleh imbalan atau pahala yang lebih istimewa dair apa yang telah kita kerjakan. Allah SWT berfiman, yang artinya:
"dan sesungguhnya kami akan memberi balasan kepada orang - orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dair apa yang telah mereka kerjakan". (QS. An-Nahl, ayat 96)
ayat diatas tadi telah memberikan pengertian kepada kita, bahwa Allah SWT benar-benar mencintai kepada hamba-hama-Nya yang tabah dan sabar dalam menerima cobaan dari Allah SWT.
karena itu bagaimanapun besarnya cobaan dari Allah SWT. harus kita terima atau kita hadapi dengan lapang dada dan penuh kesabaran, agar kita menjadi golongan orang-yang sabar.
kita memang tidak bisa menutup mata, tidak bisa menyumbat telinga, dan bahkan tidak bisa membisu dengan tutup mulut setelah melihat banyaknya kejadian yang telah terjadi dan menimpa bangsa kita, masyarakat kita, golongan kita bahkan mungkin terjadi pada keluarga kita sendiri yang sulit dihindari. Allah telah menegaskan didalam firman-Nya.
"(Allah-lah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa lagi Maha Pengampun". (QS. Al-Mulk:2).
jelas sekali pengertian ayat tersebut diatas,
bahwa untuk mengetahui mana diantara sekian banak hamba-hamba Allah itu yang
paling baik amal atau perbuatannya, maka Allah perlu menguji atau mencoba
mereka dengan berbagai ujian.
diantaranya ujian-ujian itu ada yang berpa
pangkat dan jabatan (kedudukan), ada yang berupa harta kekayaan yang
berlimpah-limpah, ada yang berupa kekuatan fisik, kemudia kelebihan yang mereka
miliki itu, mereka berindak yang bukan-bukan, artinya untuk berbuat maksiat dan
melanggar agama.
kemudian ada juga cobaaan dari Allah SWT yang
berupa kemiskinan, kemelaratan, kekurangan rizeki dan kebutuhan hidup, bencana
dan sakit yang berlanjut dengan kematian, masih banya lagi bentuk-bentuk cobaan
yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hama Nya itu.
itu semua adalah sebagai ujian dari Allah SWT.
yang harus kita terima dengan penuh keridhaan dan kesabaran hati, tidak
dengan emosi dan marah-marah yang berlebihan hingga mencaci maki yang
bukan-bukan. Karena iu Alloh berifirman dalam hadis Qudsi yang artinya :
“barang siapa yang tidak rela terhadap taqdir
(ketentuan) –Ku, dan tidak sabar terhadap cobaan - Ku, dan tidak mau bersyukur tas nikmat-nikmat
Ku, maka carilah Tuhan selain Aku (Allah)”
Karena itu jika kita mendapat cobaan dari Allah
SWT. Kita cari jalan keluar yang lebih baik dan lebih bermanfaat supaya kita
tidak terjebak dalam hawa nafsu amarah atau nafsu syaithaaniya yang selalu
mendorong manusia ke jurang kehancuran.
Hadirin jamaah jum’at Rahimkumullah
Diatas telah kita singgung bahwa Allah SWT. Selalu
menguji kepada hamba-hambaNya yang dicintai, hal ini adalah untuk menambah
deraj atau meningkatkan kebaikan mereka dihadapn Allah SWT. Atau untuk
menghilangkan dosa bagi setiap mukmin yang mendapat cobaan sakit.
Karena itu sebagai bukti cinta kepada hamba-Nya
yang mukmin, maka Allah mengujinya dengan ujian sakit atau cobaan yang lainnya.
Rasulullah SAW bersabda
Iza ahabballu qouman ibtilahum
“Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah
akan mengujinya” (Al-Hadis).Sumber Asli : Buku Khutbah Ustz Drs. Abdur Rahman Yasin Unknown Mei 10, 2018 New Google SEO Bandung, Indonesia
Khutbah
Jum’at: Amal Jariyah, Amal yang Tidak Terputus
***
KHUTBAH PERTAMA
***
KHUTBAH PERTAMA
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Mengawali khutbah kali ini, marilah
kita senantiasa memanjatkan rasa syukur kita kehadirat Allah SWT, atas segala Karunia-Nya
yang telah diberikan kepada kita. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan
kepada Baginda Nabi besar Muhammad SAW, yang telah menuntun kita, sehingga kita
mengenal mana yang hak .dan mana yang bathil.
Selaku khatib, tidak lupa mengajak
diri sendiri dan juga hadirin sekalian, untuk selalu meningkatkan ketakwaan
kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti menjalankan segala perintah-perintahNya
dan menjauhi segala larang-laranganNya.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Kehidupan dunia adalah kehidupan yang fana, kehidupan sementara, kehidupan yang sebentar saja. Jika kita dikaruniai usia yang sama dengan Rasulullah, hidup kita di dunia sekitar 63 tahun lamanya. Mungkin ada yang lebih lama dari itu, tetapi banyak juga yang kurang dari itu. Betapa banyak saudara dan teman kita yang meninggal di usia muda; entah didahului oleh sakit maupun kematian yang tiba-tiba. Melalui kecelakaan atau bencana alam, misalnya. Pendek kata, jika waktunya telah tiba, kematian tak bisa ditunda.
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Maka apabila telah tiba waktunya
(yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang
sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.
(QS. An Nahl : 61)
Maka hidup yang sangat singkat ini harus diisi dengan memperbanyak bekal. Selagi kematian belum datang maka hidup ini harus dipenuhi dengan amal. Dan diantara amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia, ada tiga amal istimewa yang tidak akan terputus pahalanya meskipun sang pelaku telah berada di alam barzakh. Pahala tiga amal itu akan tetap mengalir kepadanya meskipun ia tak lagi hidup di dunia.
Apa saja tiga amal jariyah yang tidak terputus itu? Rasulullah SAW bersabda :
Maka hidup yang sangat singkat ini harus diisi dengan memperbanyak bekal. Selagi kematian belum datang maka hidup ini harus dipenuhi dengan amal. Dan diantara amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia, ada tiga amal istimewa yang tidak akan terputus pahalanya meskipun sang pelaku telah berada di alam barzakh. Pahala tiga amal itu akan tetap mengalir kepadanya meskipun ia tak lagi hidup di dunia.
Apa saja tiga amal jariyah yang tidak terputus itu? Rasulullah SAW bersabda :
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila seorang manusia meninggal
maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat
dan anak yang shalih yang mendo’akannya.
(HR. Muslim dan Ahmad)
Hadits yang sama, dengan matan sedikit berbeda diriwayatkan juga oleh Tirmidzi, Abu Dawud, dan An-Nasa'i)
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Hadits yang sama, dengan matan sedikit berbeda diriwayatkan juga oleh Tirmidzi, Abu Dawud, dan An-Nasa'i)
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Amal pertama yang tidak terputus
meskipun mukmin itu telah meninggal adalah sedekah jariyah. Yaitu sedekah yang
kemanfaatannya terus mengalir. Selama ia bermanfaat, selama itu pula pahalanya
mengalir kepada orang yang bersedekah itu, walaupun ia telah meninggal.
Dalam sebuah atsar yang diriwayatkan dari Anas r.a. disebutkan contoh sedekah jariyah ini; yakni membangun masjid, membuat saluran air, membuat sumur, menanam pohon, dan menulis/mencetak mushaf. Selama masjid yang dibangunnya itu ditempati shalat, ia mendapatkan pahala itu. Selama saluran air yang ia buat dimanfaatkan orang lain entah air minum ataupun irigasi, ia mendapatkan pahala itu. Selama sumur yang ia buat dimanfaatkan oleh orang lain, ia pun tetap mendapatkan pahala itu. Selama pohon yang ia tanam, buahnya dimakan orang lain bahkan binatang atau menjadi tempat berteduh dan penyimpan air, ia mendapatkan pahalanya. Selama mushaf yang ia cetak atau ia sedekahkan masih dibaca, ia juga mendapatkan pahalanya. Tentu, lima hal itu adalah contoh dan tidak membatasi sedekah jariyah pada itu saja. Membangun sekolah, lembaga pendidikan, rumah sakit, jalan, jembatan dan seterusnya selama manfaatnya masih terus dirasakan, orang yang bersedekah membangunnya terus mendapatkan pahalanya. Mengalir.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Amal kedua yang tidak terputus
meskipun mukmin itu telah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat. Yaitu ilmu
yang diajarkan kepada orang lain, lalu orang itu mengamalkan dan mengajarkannya
kepada orang lain, dan demikian seterusnya. Maka sepanjang ilmu itu terus
bergulir, diajarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan diamalkan,
orang yang mengajarkannya mendapatkan limpahan pahala yang terus mengalir itu.
Orang-orang yang dikaruniai harta lalu mensedekahkannya, termasuk dengan sedekah jariyah, dan orang yang dikaruniai ilmu lalu menjadikannya ilmu manfaat dengan mengalamkan dan mengajarkan, kedua tipe orang itulah yang boleh diiri agar kita juga bisa seperti itu.
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada
dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan
pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu, lalu ia menunaikan
dan mengajarkannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Amal ketiga yang tidak terputus meskipun mukmin itu telah meninggal adalah anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya. Anak di sini tidak terbatas anak keturunan pertama, tetapi juga anak dari anak dan seterusnya. Maka di sinilah pentingnya bagi orang tua untuk mendidik putra-putrinya menjadi anak-anak yang shalih sehingga mereka mendoakan orang tuanya tatkala orang tuanya telah meninggal. Demikian pula anak-anak itu nantinya mendidik putra-putrinya untuk menjadi shalih dan shalihah lalu mendoakan orang tua serta kakek dan neneknya.
Karenanya salah satu doa yang sangat penting untuk kita panjatkan adalah seperti doanya Nabi Ibrahim:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku
(seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Ash Shafat : 100)
Doa ibadurrahman yang tercantum dalam QS. Al furqan ayat 74 secara implisit juga mengharapkan anak dan keturunan yang mendoakan orang tuanya.
Doa ibadurrahman yang tercantum dalam QS. Al furqan ayat 74 secara implisit juga mengharapkan anak dan keturunan yang mendoakan orang tuanya.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada
kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan
jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqan : 74)
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Kesimpulannya adalah, mari kita
berusaha untuk memperbanyak sedekah jariyah yakni sedekah yang kemanfaatannya
berjangka panjang bahkan "permanen" tentu saja tanpa mengesampingkan
sedekah lainnya; kita berusaha untuk terus dan terus mencari ilmu (thalabul
ilmi) disertai dengan mengamalkan dan mendakwahkan/mengajarkan ilmu tersebut;
kita juga terus berusaha mendidik putra-putri kita serta mendoakan mereka agar
menjadi anak yang shalih dan shalihah yang nanti secara sadar akan mendoakan kita.
Sebab sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan
kedua orangtuanya itulah tiga investasi utama, yang pahalanya terus mengalir
meskipun kita meninggal dunia.
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللهم اعز الإسلام والمسلمين وأذل الشرك والمشركين
اللهم انصر المجاهدين فى فلسطين اللهم انصر المجاهدين فى كل مكان
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.
عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

